Badung, Bali (10 Juli 2026) – Kepala MIN 2 Pasuruan, Hariyono, S.Ag., M.Pd., mengikuti kegiatan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di NIMS Hotel, Badung, Bali ini diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Jawa Timur.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh : Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penma) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, para Ketua Tim pada Bidang Pendidikan Madrasah, serta seluruh Kepala MIN se-Jawa Timur. Momentum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan kepala madrasah dalam menghadapi tantangan pengelolaan pendidikan yang semakin dinamis.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur menegaskan bahwa kepala madrasah merupakan motor penggerak kemajuan lembaga. Oleh karena itu, setiap kepala madrasah harus mampu memusatkan perhatian pada empat aspek utama, yaitu manajemen kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas proses pendidikan, serta pencapaian output berupa lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Beliau juga menekankan bahwa amanah sebagai kepala madrasah harus dijalankan dengan totalitas, integritas, dan tanggung jawab yang tinggi. Jabatan kepala madrasah bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah untuk menghadirkan perubahan melalui kepemimpinan yang visioner, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil mengajak seluruh kepala madrasah untuk memiliki semangat berprestasi. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki komitmen kuat untuk terus membawa madrasah berkembang dan tidak merasa puas dengan capaian yang telah diraih. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui berbagai inovasi serta budaya kerja yang berorientasi pada prestasi.
Lebih lanjut disampaikan bahwa tugas utama kepala madrasah adalah tugas manajerial, yang meliputi perencanaan (planning), pelaksanaan, pengendalian (controlling), dan evaluasi (evaluating) terhadap seluruh program madrasah. Penguasaan fungsi-fungsi manajemen tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola madrasah yang efektif, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan.
Menanggapi materi yang disampaikan, Kepala MIN 2 Pasuruan, Hariyono, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penguatan kapasitas kepemimpinan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan madrasah.
“Pembinaan ini memberikan banyak inspirasi dan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat manajemen madrasah, meningkatkan kualitas SDM, memperbaiki proses pendidikan, serta menghadirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan berprestasi. Semoga ilmu yang diperoleh dapat kami implementasikan demi kemajuan MIN 2 Pasuruan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah ini diharapkan seluruh kepala MIN di Jawa Timur semakin profesional dalam menjalankan fungsi kepemimpinan, mampu menciptakan inovasi berkelanjutan, serta mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan semakin dipercaya masyarakat.



