0-3968x2976-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;illum:2 scene:0 humanIn:3;

Pasuruan, 22 Juli 2026 – MIN 2 Pasuruan menggelar kegiatan pembinaan bagi seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026) pukul 13.00 WIB bertempat di Ruang Kelas VI-B MIN 2 Pasuruan, sesuai undangan resmi Kepala Madrasah, Hariyono, S.Ag., M.Pd.

Pembinaan disampaikan oleh Drs. Abdul Malik Syafi’i, M.Pd.I, selaku Pengawas KKMI Kecamatan Gempol, dengan mengangkat tema “Panca Cinta dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)”.

Dalam paparannya, Drs. Abdul Malik Syafi’i menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan paradigma baru pendidikan yang digagas Kementerian Agama RI untuk menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kemanusiaan peserta didik melalui pendekatan kasih sayang, empati, dan keteladanan. (Kementerian Agama)

Beliau menjelaskan bahwa implementasi KBC berlandaskan Panca Cinta, yaitu:

  1. Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sebagai fondasi utama dalam membangun keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
  2. Cinta kepada Ilmu Pengetahuan, dengan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat serta menjadikan ilmu sebagai jalan menuju kemajuan.
  3. Cinta kepada Diri Sendiri dan Sesama, melalui sikap saling menghargai, peduli, berempati, dan menciptakan lingkungan belajar yang ramah.
  4. Cinta kepada Lingkungan, dengan membiasakan perilaku menjaga kebersihan, kelestarian alam, dan menumbuhkan kepedulian terhadap bumi sebagai amanah Allah.
  5. Cinta kepada Bangsa dan Negara, dengan menanamkan semangat nasionalisme, persatuan, serta menghargai keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Raden Intan University)

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh guru untuk mengubah pola pembelajaran yang selama ini hanya berfokus pada penyampaian materi menjadi pembelajaran yang menyentuh hati peserta didik. Menurutnya, guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendidik yang mampu menjadi teladan, pembimbing, sekaligus inspirasi bagi setiap anak.

“Madrasah harus menjadi rumah kedua yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan penuh kasih sayang sehingga peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlakul karimah,” ungkap beliau. (Raden Intan University)

Selain penyampaian materi, kegiatan pembinaan juga menjadi forum diskusi antara pengawas dengan seluruh guru mengenai strategi penerapan nilai-nilai Panca Cinta dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan di kelas, pembiasaan karakter, hingga budaya madrasah.

Kepala MIN 2 Pasuruan, Hariyono, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pembinaan tersebut. Beliau berharap seluruh pendidik mampu mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata dalam setiap aktivitas pembelajaran sehingga tercipta lingkungan madrasah yang religius, humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan ini, MIN 2 Pasuruan semakin meneguhkan komitmennya untuk mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai kasih sayang, sehingga mampu mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus mulia dalam akhlak.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *